Rabu, 10 April 2013
Jumat, 20 Januari 2012
Menentukan Kaki dan Jenis Transistor dengan Multitester Digital Ataupun Analog
Menentukan Kaki dan Jenis Transistor dengan AVO meter Digital
Hampir semua AVO meter analog
(Ampere, Volt, dan Ohm meter, seperti yang terlihat pada gambar dibawah) bisa
kita gunakan untuk menentukan kaki dan jenis (PNP atau NPN) transistor. Namun
yang perlu diperhatikan pada alat ukur jarum ini, kenop putar harus pada posisi
pengetesan Ohm meter atau daerah simbol Ω
Contoh kali ini kita akan mengukur transistor tipe FCS9015. Sehingga kita sama-sama belajar menentukan kaki dan jenis transistor FCS9015, dan langkahnya yaitu:
1. Mengukur dan Membuat Tabel Pengukuran
- Siapkan multitester dan atur posisi kenop putar pada fitur test dioda
- Bayangkan atau gambarkan posisi kaki transistor dengan urutan angka 1, 2, dan 3
- Buat tabel pengukuran dengan 6 buah titik ukur, yaitu 1 - 2, 1 - 3, 2 - 3, 2 - 1, 3 - 1, dan 3 - 2
- Tetapkan probe warna hitam atau batang uji negatif untuk angka pertama, dan probe warna merah atau batang uji positif untuk angka kedua, contoh: pada titik ukur 1 - 2, probe hitam pada titik 1, dan probe merah pada titik 2
- Catat hasil tiap kali pengukuran

2. Menentukan Kaki dan Jenis Transistor
Setelah tabel pengukuran kita peroleh, ada dua buah titik pengukuran yang mendapatkan hasil, yaitu titik 1 - 3 sebesar 0,720 VDC dan titik 2 - 3 sebesar 0,716 VDC (lihat gambar di atas). Maka saatnya kita menentukan kaki dan jenis transistor, dengan cara:
- Basis merupakan angka yang sama yang terdapat pada dua buah titik ukur
- Jenis NPN atau PNP nya bisa kita tentukan dengan melihat probe mana yang terhubung kaki basis. Apabila titik basis terhubung probe hitam, maka transistor jenis PNP, dan bila titik basis terhubung probe merah, maka transistor jenis NPN
- Bias maju Emitter-Base lebih besar dari Collector-Base, atau E-B > C-B, pada transistor jenis PNP. Bias maju Base-Emitor lebih besar dari Base-Collector, atau B-E > B-C, pada transistor jenis NPN
Sehingga kita dapatkan kesimpulan:
- Pada titik 3 kaki basis transistor C945
- Transistor C945 merupakan jenis NPN, basis berada diprobe merah
- Pada titik 1 kaki emitor dan pada titik 2 kaki kolektor transistor C945, karena titik 1 - 3 > 2 - 3
- Gambar transistor C945 seperti terlihat dibawah ini
Menentukan Kaki dan Jenis Transistor dengan AVO meter Analog
atau Jarum
.
Contoh kali ini kita akan mengukur transistor tipe FCS9015. Sehingga kita sama-sama belajar menentukan kaki dan jenis transistor FCS9015, dan langkahnya hampir mirip dengan menggunakan AVO Digital, yaitu:
1. Mengukur dan Membuat Tabel Pengukuran
Contoh kali ini kita akan mengukur transistor tipe FCS9015. Sehingga kita sama-sama belajar menentukan kaki dan jenis transistor FCS9015, dan langkahnya hampir mirip dengan menggunakan AVO Digital, yaitu:
1. Mengukur dan Membuat Tabel Pengukuran
- Siapkan AVO meter dan atur posisi kenop putar pada Ohm meter, dengan skala pengukuran x10
- Bayangkan atau gambarkan posisi kaki transistor dengan urutan angka 1, 2, dan 3
- Buat tabel pengukuran dengan 6 buah titik ukur, yaitu 1 - 2, 1 - 3, 2 - 3, 2 - 1, 3 - 1, dan 3 - 2
- Tetapkan probe warna hitam atau batang uji negatif untuk angka pertama, dan probe warna merah atau batang uji positif untuk angka kedua, contoh: pada titik ukur 1 - 2, probe hitam pada titik 1, dan probe merah pada titik 2
- Catat hasil tiap kali pengukuran, yang ditunjukkan oleh
gerak jarum Ohm meter

2. Menentukan Kaki Basis dan Jenis Transistor
Setelah tabel pengukuran kita peroleh, ada dua buah titik pengukuran yang mendapatkan hasil atau jarum Ohm meter bergerak, yaitu titik 1 - 2 dan titik 3 - 2 (lihat gambar di atas). Untuk menentukan kaki basis dan jenis transistor, dengan cara:
- Basis merupakan angka yang sama yang terdapat pada dua buah titik ukur
- Jenis NPN atau PNP nya bisa kita tentukan dengan melihat probe mana yang terhubung kaki basis. Apabila titik basis terhubung probe hitam, maka transistor jenis NPN, dan bila titik basis terhubung probe merah, maka transistor jenis PNP
Penggunaan probe pada alat ukur analog berbeda dengan alat
ukur digital. Pada alat ukur analog, probe merah terhubung dengan negatif
baterai Ohm meter, dan probe hitam terhubung dengan positif baterai Ohm meter.
3. Menentukan Kaki Kolektor dan Emitor
Jarum hasil pengukuran titik 1 - 2 dan titik 3 - 2, menunjuk pada nilai yang nyaris sama, sehingga akan sulit menentukan kaki kolektor dan emitor menggunakan AVO meter analog. Jadi kita gunakan cara manual, yaitu dengan visual atau penglihatan. Ada beberapa ciri yang menandakan kaki kolektor, antara lain:
- Huruf C yang dicetak lebih besar
- Terdapat coakan lubang
- Umumnya terhubung dengan logam pada kemasan atau badan transistor, terlebih lagi pada badan transistor daya tinggi
Kita sudah bisa menentukan kaki
basis dan kaki kolektor, maka kaki yang terakhir adalah kaki emitor.
Sehingga kita dapat menyimpulkan, bahwa:
Sehingga kita dapat menyimpulkan, bahwa:
- Pada titik 2 kaki basis transistor FCS9015
- Transistor FCS9015 merupakan jenis PNP, basis berada diprobe merah
- Pada titik 3 kaki kolektor transistor FCS9015, lihat! ada huruf C yang dicetak lebih besar
- Pada titik 1 kaki emitor transistor FCS9015
- Gambar transistor FCS9015 seperti terlihat dibawah ini

Rabu, 28 Desember 2011
Relai Jarak/Distance Relay
Relai jarak atau distance relay digunakan sebagai pengaman utama (main
protection) pada Suatu sistem transmisi, baik SUTT maupun SUTET, dan
sebagai cadangan atau backup untuk seksi didepan. Relai jarak bekerja
dengan mengukur besaran impedansi (Z), dan transmisi dibagi menjadi
beberapa daerah cakupan pengamanan yaitu Zone-1, Zone-2, dan Zone-3,
serta dilengkapi juga dengan teleproteksi (TP) sebagai upaya agar
proteksi bekerja selalu cepat dan selektif didalam daerah pengamanannya.
Selasa, 06 Desember 2011
Bahaya Gelombang Harmonik
Beban listrik di industri dibagi dalam 4 kategori:
- Beban non linear: Sumber harmonisa tinggi
- Trafo Distribusi: Reaktansi XL
- Power Capacitor: Reaktansi XC
- Beban-beban lain yang bukan sumber harmonisa
Beban listrik yang menimbulkan Harmonisa tinggi:
- Motor DC
- Perubahan kecepatan motor (Frequensi Converter)
- UPS (Uninteruptible Power Supply)
- Mesin Las (Arc Furnace)
- Trafo (Induction Furnace)
- Discharge Lamp
Dampak buruk yang ditimbulkan oleh Gelombang Harmonik:
- Kesalahan operasi pada alat-alat pengatur (regulation device), timbul karena pergeseran phasa dari wave form tegangan disamping nilai puncak (peak value) dari wave form tegangan juga turut meningkat tajam.
- Bertambahnya kehilangan energi baik pada tembaga (kabel-kabel dan kumparan) maupun pada besi (pada inti dari trafo distribusi).
- Overheating pada motor-motor listrik dan pada capacitor.
- Dampak buruk pada audio frekuensi.
- Bertambahnya bunyi (sound level) pada motor-motor dan peralatan listrik lainnya.
- Tripping pada Circuit Breaker
Namun menghubungkan langsung power capacitor pada jaringan distribusi berbeban non linear yang menghasilkan harmonisa tinggi akan sangat berbahaya karena kemungkinan terjadinya paralel resonansi antara capacitor dengan beban induktif tertentu bahkan dengan trafo distribusi,
dan apabila frekuensi resonansi berada sangat dekat dengan frekuensi harmonisa ke-5 dan ke-7 maka tegangan harmonisa tinggi yang sangat kuat akan muncul pada busbar panel induk dan mengakibatkan arus lebih (over current) pada capacitor, trafo distribusi dan beban-beban lain.
Untuk mengatasi dampak pemasangan PF Correction Capacitor terhadap meningkatnya harmonisa tinggi pada jaringan berbeban non linear maka harus dipasang Detuned Reactor yang dihubungkan seri dengan power capacitor sehingga arus harmonisa dapat teredam.
Rabu, 16 November 2011
Frequensi 60Hz atau 50Hz. apa pengaruhnya
Frekwensi merupakan salah spesikasi sumber tenaga listrik yang ada atau dipilih oleh suatu negara tertentu. Spesifkasi lain yalah tegangan atau
voltage. Pemilihan ditentukan oleh standard apa yang dianut negara tsb. perbedaan yang dianut kedua standard tsb. Jika NEMA memakai 60 Hz maka IEC memalai 50 Hz. Pemakaian motor 60Hz ke supply listrik 50 Hz tentu ada pengaruh demikian pula sebaliknya. Frekwensi paling berpengaruh pada putaran motor yang disupply tenaga listrik tsb. Kita perlu tahu seberapa besar pegaruh tsb, apa pengaruhnya terhadap faktor daya guna, umur motor dan baik atau buruknya.
NEMA dan IEC
Standard NEMA dipakai di Amerika bagian utara, terutama Amerika Serikat tentunya ditambah negara yang yang memakai tehnologi atau membeli pabriknya dari Amerika Serikat. Sedangkan IEC dianut oleh sebagian negara di dunia selain di Amerika. Disamping standard lain seperti negara Inggris BS2613, Jerman VDE 0530 dan Jepang JIS. Biasanya standard lain mengadopsi IEC yang bersifat metrik.
NEMA atau National Electrical Manufacturers Association berkantor di Amerika .
IEC , International Electrotechnical Commission berpusat di Eropa.
Spesifikasi Motor
Dibawah ini contoh spesifikasi listrik dari sebuah motor sebagai contoh untuk pembahasan sehubungan dengan pemakaian frekwemsi. Yang sulit dihindari ialah kita membeli motor standard NEMA untuk dipasang dinegara yang memakai standard IEC atau sebaliknya. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang spesikasi listril dan spesifikasi mekanis dari kedua standard tsb.
Contoh : Motor 100HP, 230/460 V, 60 Hz,
Pengertian dari spesifikasi tsb, sbb :
· NEMA menuliskan kapasitas dengan horse power, 100 HP sebagai kapasitas atau kemampuan motor menggerakan beban sebesar 100 horse power. Biasanya IEC menyatakan kapasitas dengan KW, (100 HP = 74,57 KW)
· 230V , winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara parallel
· 460V, winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara serie.
· 60Hz, adalah frequency jaringan listrik yang seharusnya tersedia untuk motor tsb.
Effek pada Motor 230/460 V, 60 Hz, jika di pasang pada frekwensi 50 Hz
( table tsb. Disalin dari Catalog Leeson Motor)
Memasang motor 60 Hz di Freq 50 Hz
Power-grid di Eropa dan dihampir semua negara lain menggunakan system freq 50Hz, kecuali Amerika bagian Utara menggunakan 60Hz.
Apa efek performance, memasang motor 60Hz pada freq. 50Hz? Apakah cukup aman ?
Jawabnya meragukan “ya” atau mungkin “ya tidak”.
Motor 3 phase 60Hz dapat dioperasikan cukup memuaskan (sesuai dengan nameplate) pada power supply freq 50Hz jika tegangan/voltage di turunkan sama dengan rasio penurunan frequency.
· Jadi motor 60Hz,460V jika dipasang pada 50Hz,380V akan menghasilkan performance yang memuaskan sesuai nameplate horsepower, dan putaran poros hanya 50/60 dari putaran yang tertera di nameplate. Jadi jika 60Hz ke 50Hz, berarti seharusnya Voltage 5/6×460V=383V
· Motor 60Hz 230V jika dipasang di 50Hz 230V, mungkin tidak memuaskan tanpa menurunkan horsepower sebesar faktor 0,80-0,85. Jadi HP rated beban yang digerakan harus diturunkan, ini hubungannya dengan efek panas yang timbul di winding.
Dengan panduan table tsb, dapat disimpulkan
Motor 100HP, 230V/460V, 60 Hz, 1800Rpm motor winding terkoneksi 230V dipasang pada 220V / 50 Hz akan terjadi sbb:
· Torsi full load diperlukan 120%
· Putaran sinkron stator turun menjadi 5/6 atau 83,3% yaitu 0.833×1800 Rpm = 1500 Rpm
· Arus full load menjadi 115%
· Efisiensi saat full load turun 2%
· Power faktor turun 3-4%
· Locked rotor torque naik dari rated menjadi 130 - 135%
· Breakdown torque, naik dari rated menjadi 120 - 125%
· Arus locked rotor naik dari rated menjadi 106%
· Panas di motor naik menjadi 153%
· Magnetic noise bertambah.
Kesimpulan dari kasus ini bahwa umur motor berkurang karena bertambahnya arus yang berarti bertambah panas.
efek harmonisa pada motor induksi 1 phasa 220 volt, 1/4 hp, 1400 rpm
Pada sistem energi listrik terdapat gangguan yang menyebabkan
perubahan bentuk gelombang dari suplai listrik yang mulanya berbentuksinusoidal menjadi tidak la gi sinusoidal. Cacat gelombang yang disebabkaninteraksi antara bentuk gelombang yang sinusoidal dengan komponen gelombanglain, dan mempunyai frekuensi kelipatan integer dari komponen gelombangfundamentalnya (50Hz) dapat merusak peralatan yang menggunaka n suplai listrikini. Gangguan jenis ini kita sebut dengan harmonisa.Pengujian efek harmonisa pada motor induksi satu phasa ini mencobauntuk memberikan gambaran tentang harmonisa yang merusak tersebut. Pengujianefek harmonisa ini akan diujikan pada sebuah motor induksi dimana motor yangdigunakan telah didesign untuk bekerja pada frekuensi 50 Hz. Kemudian motortersebut akan diterapkan pada sebuah sumber yang berharmonisa dan besaran dariTHD (Total Harmonic Distortion) dibuat melebihi dari standard yang telahditentukan, yaitu 5%. Cara untuk mengkondisikan efek harmonisa ini adalahdengan mencampurkan frekuensi fundamental 50Hz dengan frekuensi lain yanglebih tinggi (150, 250,?,650 Hz) dan amplitudo harmonisanya lebih kecil dariamplitudo fundamentalnya.Kesimpulan yang didapat, motor yang diberi suplai berharmonisa akanmengalami penurunan efisiensi yang cukup besar. Dimana besar efisiensinyaturun menjadi 10% saja. Sedangkan apabila dikondisikan pada kondisi suplailistrik yang tidak berharmonisa, efisiensi dari motor mampu mencapai 45%.Hal ini sangat kurang baik bagi motor yang diterapkan pada sumberberharmonisa, selain efisiensi dari motor berkurang, lifetime penggunaan motormenjadi lebih pendek. Selain dari pada itu harmonisa membuat motor induks i iniberputar pada putaran yang kurang stabil antara 1400-1480 Rpm, yang padaakhirnya putaran yang tidak stabil ini membuat torsi motor menjadi terganggu.Pada pengujian motor dengan sumber berharmonisa (harmonisa 3,5,?13) dengan THD-tegangan sebesar 5%, 10%, dan 20%, mengindikasikanbanyak kemunculan harmonisa yang ke-3 saat motor dijalankan. Sedangkan padaharmonisa 3 dan 5 dengan THD sebesar 50%, harmonisa yang dicampurkan akantetap dominan.
Rabu, 12 Oktober 2011
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA
Indonesia
memiliki karunia sinar matahari. Hampir di setiap pelosok Indonesia, matahari
menyinari sepanjang pagi sampai sore. Energi matahari yang dipancarkan dapat
diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan solar cell panel.pembangkit
listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara). Pembangkit listrik tenaga
surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu
alternatif untuk menggantikan
Perkembangan teknologi dalam membuat solar panel yang lebih baik dari tingkat efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, dan pembuatan alat elektronik yang dapat menggunakan Direct Current.
Pada saat ini penggunaan tenaga matahari (solar panel) masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan pengusahaan/ penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun dengan biaya besar
Perkembangan teknologi dalam membuat solar panel yang lebih baik dari tingkat efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, dan pembuatan alat elektronik yang dapat menggunakan Direct Current.
Pada saat ini penggunaan tenaga matahari (solar panel) masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan pengusahaan/ penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun dengan biaya besar
Pembangkit
Listrik Tenaga Surya
Kondisi bumi
kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dari efek
rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam,
rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua jenis polusi itu rata-rata
akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu
bara dan lainnya yang tiada hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil
tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil.
rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam,
rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua jenis polusi itu rata-rata
akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu
bara dan lainnya yang tiada hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil
tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil.
Dengan
kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi
sudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan bakar
dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga
angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Duniapun sudah mulai
merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari bahan bakar fosil beralih ke
bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak terbatas.
Digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik,
perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris tanpa
dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.Di negara-negara
industri maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan
bantuan subsidi dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk
memasyarakatkan listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang
berkembang seperti India, Mongol promosi pemakaian sumber energi yang dapat
diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih mengetahui apa itu pembangkit listrik
tenaga surya atau kami singkat dengan PLTS maka dalam tulisan ini akan dijelaskan
secara singkat komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistim kelistrikan tenaga
surya dan trend teknologi yang ada.
Kosep Kerja Sistem PLTS
Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem selsurya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan.Badingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya dapat merusak ekosistem planet bumi kita.
sudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan bakar
dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga
angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Duniapun sudah mulai
merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari bahan bakar fosil beralih ke
bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak terbatas.
Digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik,
perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris tanpa
dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.Di negara-negara
industri maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan
bantuan subsidi dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk
memasyarakatkan listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang
berkembang seperti India, Mongol promosi pemakaian sumber energi yang dapat
diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih mengetahui apa itu pembangkit listrik
tenaga surya atau kami singkat dengan PLTS maka dalam tulisan ini akan dijelaskan
secara singkat komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistim kelistrikan tenaga
surya dan trend teknologi yang ada.
Kosep Kerja Sistem PLTS
Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem selsurya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan.Badingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya dapat merusak ekosistem planet bumi kita.
Sistem sel
surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian
kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance
free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung
dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan.
Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel
surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan
panel yang terkena sinar matahari.
Rangkaian
kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan rangkaian
elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur
tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan
turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai
sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada
saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari, maka
kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu berlangsung
selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik. Bila tegangan aki itu mencapai
13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki itu.
Rangkaian
kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri. Tapi, biasanya
rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran. Memang harga
kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri. Kebanyakan
sistem sel surya itu hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap pakai.
Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih murah
dibandingkan dengan bila merakit sendiri.
Biasanya
panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal bumi
itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip
dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk
sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan
diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum,
maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada
permukaan panel surya.
Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang optimal, sistem sel surya itu masih
harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah
permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga
sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya. Kontroler seperti
ini dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan mikrokontroler 8031. Kontroler
ini tidak sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian
perangkat lunak. Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk
kontroler untuk menggerakkan panel surya secara otomatis supaya sinar matahari
jatuh tegak lurus. Karena itu, kontroler macam ini cukup mahal.
Contoh PLTS Aplikasi Mandiri
PHOTOVOLTAIC Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya
dengan
menggunakan
Grid-Connected panel sel surya Photovoltaic untuk perumahan :
.
Modul sel
surya Photovoltaic merubah energi surya menjadi arus listrik DC. Arus listrik
DC yang dihasilkan ini akan dialirkan melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang
merubahnya menjadi arus listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur seluruh
sistem. Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor yang akan
mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik. Besar dan biaya konsumsi
listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour Meters.
DC yang dihasilkan ini akan dialirkan melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang
merubahnya menjadi arus listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur seluruh
sistem. Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor yang akan
mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik. Besar dan biaya konsumsi
listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour Meters.
Komponen utama sistem surya
fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit
rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara
pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal
dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel
fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi.
Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah, modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk elektrifikasi untuk pedesaan.
rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara
pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal
dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel
fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi.
Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah, modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk elektrifikasi untuk pedesaan.
Teknologi
ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah
dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang
dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang
besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena
memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter
sesuai dengan kebutuhannya.
Bahan sel
surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang
melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk
menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-
konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan
listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron
ke perabot listrik.
melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk
menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-
konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan
listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron
ke perabot listrik.
Cara kerja
sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor
dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-
konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh
perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan
sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan
aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan
akhir untuk digunakan pada perabot listrik.
dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-
konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh
perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan
sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan
aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan
akhir untuk digunakan pada perabot listrik.
Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
* Energi
yang terbarukan/ tidak pernah habis
* Bersih, ramah lingkungan
* Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
* Praktis, tidak memerlukan perawatan
* Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia Solaar cell Panel sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya, mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi - sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.
* Bersih, ramah lingkungan
* Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
* Praktis, tidak memerlukan perawatan
* Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia Solaar cell Panel sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya, mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi - sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.
Perecanaan Pembangkit Listrik Tenaga
Surya
Karena
pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka
perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:
- Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
- Berapa besar arus yang dihasilkan solar cell panel (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
- Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).
Dalam nilai
ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi,
dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator
listrik bensin ataupun solar. Misalnya daerah terpencil: pertambangan,
perkebunan, perikanan, desa terpencil, dll. Dari segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian
juga tinggi, karena dengan perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga
surya dengan panel surya memiliki daya tahan 20 - 25 tahun.Baterai dan beberapa
komponen lainnya dengan daya tahan 3 - 5 tahun.
Komponen
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
- Solar panel
- Charge controller
- Inverter
- Baterry
tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk Solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun). Jenis solar panel dapat di baca disini. Charge cntrollerdigunakan untuk mengatur pengaturan pengisian baterai. Tegangan maksimun yang dihasilkan solar cells panel pada hari yang terik akan menghasilkan tegangan tinggi yang dapat merusak baterai.
Inverter
adalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC - direct
current) menjadi tegangan bolak balik (AC - alternating current).
Baterry
perangkat kimia adalah untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa
baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.
Diagram Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Diagram
instalasi pembangkit listrik tenaga surya ini terdiri dari solar panel, charge
controller ,inverter,baterai.
Dari
diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas: beberapa solar panel di
paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar diatas
menghubungkan kaki positif panel surya satu dengan panel surya lainnya. Kaki/
kutub negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif
panel surya dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif
panel surya dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel
surya yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi
batere. Untuk menghidupkan beban perangkat AC (alternating current) seperti
Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply oleh inverter.
Instalasi
pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai
kebutuhan daya:
Perhitungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Perhitungan
keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label
di belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual):
Jumlah
solar cell panel yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt
(perhitungan adalah 5 jam maksimun tenaga surya):
Jumlah
kebutuhan batere 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah:
|
Gambar Pemasangan Pembangkit Listrik
Tenaga Surya
pemasangan pada tempat parkir
Pemasangan pada lampu jalan
Pemasangan pada rumah
Pemasangan pada gedung perkantoran
Komponen
-Komponen PLTS (pembangkit listrik tenaga surya)
1. Solar
Module dalambagian
ini akan dijelaskan secara singkat komponen utama PLTS
yaitu solar
module. Setelah menjelaskannya, maka dilanjutkan dengan trend kedepan
teknologi
yang berkaitan dengan solar module.
2. Apa itu
solar cell?
Sebelum
membahas sistim pembangkit listrik tenaga surya, pertama-tama akan dijelaskan
secara singkat komponen penting dalam sistim ini yang berfungsi sebagai perubah energi
cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik tenaga matahari dibangkitkan oleh
komponen yang disebut solar cell yang besarnya sekitar 10 ~ 15 cm persegi. Komponen
ini mengkonversikan energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik. Solar cell
merupakan komponen vital yang umumnya terbuat dari bahan semikonduktor.
multicrystalline silicon adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam industri solar
cell. Multicrystalline dan monocrystalline silicon menghasilkan efisiensi yang relativ
lebih tinggi daripada amorphous silicon. Sedangkan amorphus silicon dipakai karena
biaya yang relativ lebih rendah. Selain dari bahan nonorganik diatas dipakai pula
molekul-molekul organik walaupun masih dalam tahap penelitian.Sebagai salah satu
ukuran performansi solar cell adalah efisiensi. Yaitu prosentasi perubahan energi cahaya
matahari menjadi energi listrik. Efisiensi dari solar cell yang sekarang diproduksi sangat
bervariasi. Monocrystalline silicon mempunyai efisiensi 12~15 %. Multicrystalline
silicon mempunyai efisiensi 10~13 %. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %.
Tetapi dengan penemuan metode-metode baru sekarang efisiensi dari multicrystalline
silicon dapat mencapai 16.0 % sedangkan monocrystalline dapat mencapai lebih dari 17
%. Bahkan dalam satu konferensi pada September 2000, perusahaan Sanyo
mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi solar cell yang mempunyai efisiensi
sebesar 20.7 %. Ini merupakan efisiensi yang terbesar yang pernah dicapai.Tenaga listrik
yang dihasilkan oleh satu solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus
digabungkan sehingga terbentuklah satuan komponen yang disebut module. Produk yang
dikeluarkan oleh industri-industri solar cell adalah dalam bentuk module ini.
secara singkat komponen penting dalam sistim ini yang berfungsi sebagai perubah energi
cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik tenaga matahari dibangkitkan oleh
komponen yang disebut solar cell yang besarnya sekitar 10 ~ 15 cm persegi. Komponen
ini mengkonversikan energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik. Solar cell
merupakan komponen vital yang umumnya terbuat dari bahan semikonduktor.
multicrystalline silicon adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam industri solar
cell. Multicrystalline dan monocrystalline silicon menghasilkan efisiensi yang relativ
lebih tinggi daripada amorphous silicon. Sedangkan amorphus silicon dipakai karena
biaya yang relativ lebih rendah. Selain dari bahan nonorganik diatas dipakai pula
molekul-molekul organik walaupun masih dalam tahap penelitian.Sebagai salah satu
ukuran performansi solar cell adalah efisiensi. Yaitu prosentasi perubahan energi cahaya
matahari menjadi energi listrik. Efisiensi dari solar cell yang sekarang diproduksi sangat
bervariasi. Monocrystalline silicon mempunyai efisiensi 12~15 %. Multicrystalline
silicon mempunyai efisiensi 10~13 %. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %.
Tetapi dengan penemuan metode-metode baru sekarang efisiensi dari multicrystalline
silicon dapat mencapai 16.0 % sedangkan monocrystalline dapat mencapai lebih dari 17
%. Bahkan dalam satu konferensi pada September 2000, perusahaan Sanyo
mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi solar cell yang mempunyai efisiensi
sebesar 20.7 %. Ini merupakan efisiensi yang terbesar yang pernah dicapai.Tenaga listrik
yang dihasilkan oleh satu solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus
digabungkan sehingga terbentuklah satuan komponen yang disebut module. Produk yang
dikeluarkan oleh industri-industri solar cell adalah dalam bentuk module ini.
Pada
applikasinya, karena tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu module masih
cukup kecil
(rata-rata maksimum tenaga listrik yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya
beberapa module digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array. Sebagai contoh
untuk menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array seluas kira-kira 20 ~ 30 meter
persegi. Secara lebih jelas lagi, dengan memakai module produksi Sharp yang bernomor
seri NE-J130A yang mempunyai efisiensi 15.3% diperlukan luas 23.1m2 untuk
menghasilkan listrik sebesar 3.00 kW. Besarnya kapasitas PLTS yang ingin dipasang
menambah luas area pemasangan.Untuk lebih jelasnya, hirarki module dapat dilihat pada
(rata-rata maksimum tenaga listrik yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya
beberapa module digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array. Sebagai contoh
untuk menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array seluas kira-kira 20 ~ 30 meter
persegi. Secara lebih jelas lagi, dengan memakai module produksi Sharp yang bernomor
seri NE-J130A yang mempunyai efisiensi 15.3% diperlukan luas 23.1m2 untuk
menghasilkan listrik sebesar 3.00 kW. Besarnya kapasitas PLTS yang ingin dipasang
menambah luas area pemasangan.Untuk lebih jelasnya, hirarki module dapat dilihat pada
Teknologi Module
Building –
Intergreated Modul
Selain dari pencarian bahan-bahan baru untuk meningkatkan efisiensi module yang
nantinya
akan meningkatkan tenaga listrik dengan luas yang sama, maka trend sekarang
adalah memberikan nilai tambah module itu dengan menjadikan module sebagai bagian
dari bangunan yang menambah keindahan bangunan tersebut dan menambah
kenyamanan orang-orang yang tinggal di dalamnya.Disamping akan mengurangi biaya
karena tidak diperlukan lagi biaya untuk pemasangan atap.
adalah memberikan nilai tambah module itu dengan menjadikan module sebagai bagian
dari bangunan yang menambah keindahan bangunan tersebut dan menambah
kenyamanan orang-orang yang tinggal di dalamnya.Disamping akan mengurangi biaya
karena tidak diperlukan lagi biaya untuk pemasangan atap.
Dari segi module sebagai komponen pembangkit listrik tidak ada perubahan
dalam
performansi
yang dituntut.Tetapi dari segi module sebagai bahan bangunan maka diperlukan syarat
tambahan, seperti syarat kekuatan, daya tahan terhadap hujan, angin, petir dan gangguan
luar lainnya. Selain itu bagi para arsitektur syarat keindahan arsitektur juga diperlukan.
Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh module yang dipakai juga sebagai bahan atap bagunan
tambahan, seperti syarat kekuatan, daya tahan terhadap hujan, angin, petir dan gangguan
luar lainnya. Selain itu bagi para arsitektur syarat keindahan arsitektur juga diperlukan.
Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh module yang dipakai juga sebagai bahan atap bagunan
AC
module
Seperti yang
telah diterangkan diatas module adalah komponen yang merubah energi
cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan adalah DC. Untuk dapat
dimanfaatkan lebih banyak lagi biasanya listrik DC ini dirubah menjadi AC. Untuk
diubah maka listrik DC dari beberapa module digabungkan dan dikonversikan menjadi
AC dengan alat yang disebut power conditioner. Karena menggabungkan listrik dari
beberapa module maka sistim pengkabelannnya menjadi rumit dan kapasitas yang
dibutuhkan dari power conditionernya pun menjadi besar.Untuk mengatasi persoalan ini,
maka sekarang dikembangkan apa yang disebut AC module. Yaitu module yang langsung
menghasilkan listrik AC. Secara prinsip tidak ada perubahaan yang terjadi, tetapi secara
teknologi diperlukan power conditioner berskala kecil yang dapat dipasang di belakang
module.Contoh power conditioner yang sekarang banyak dipasarkan .
cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan adalah DC. Untuk dapat
dimanfaatkan lebih banyak lagi biasanya listrik DC ini dirubah menjadi AC. Untuk
diubah maka listrik DC dari beberapa module digabungkan dan dikonversikan menjadi
AC dengan alat yang disebut power conditioner. Karena menggabungkan listrik dari
beberapa module maka sistim pengkabelannnya menjadi rumit dan kapasitas yang
dibutuhkan dari power conditionernya pun menjadi besar.Untuk mengatasi persoalan ini,
maka sekarang dikembangkan apa yang disebut AC module. Yaitu module yang langsung
menghasilkan listrik AC. Secara prinsip tidak ada perubahaan yang terjadi, tetapi secara
teknologi diperlukan power conditioner berskala kecil yang dapat dipasang di belakang
module.Contoh power conditioner yang sekarang banyak dipasarkan .
Power Conditioner JH40EK
Power
conditioner JH40EK adalah produk dari Sharp yang dapat dihubungkan dengan 8~9
lembar module.
Berat dari
alat ini adalah sebesar 25 kg.Dua trend diatas adalah lebih pada pemberian nilai
tambah module agar pemanfaatannya lebih luas lagi. Disamping dua hal tadi untuk
mendukung perkembangan agar makin memasyarakatnya Pembangkit listrik tenaga surya
maka dicari metode-metode baru untuk menurunkan biaya per watt listrik yang dihasilkan.
mendukung perkembangan agar makin memasyarakatnya Pembangkit listrik tenaga surya
maka dicari metode-metode baru untuk menurunkan biaya per watt listrik yang dihasilkan.
Langganan:
Postingan (Atom)












